Pada Suatu Hari Nanti & Malam Wabah

Pada Suatu Hari Nanti Malam Wabah Cerita cerita yang dikumpulkan dalam Pada Suatu Hari Nanti didasarkan pada berbagai sumber lisan maupun tulis Sumber yang dipakai umumnya sudah dikenal luas dan memiliki sejenis pakem Dongeng dari pa

  • Title: Pada Suatu Hari Nanti & Malam Wabah
  • Author: Sapardi Djoko Damono
  • ISBN: 9786027888401
  • Page: 196
  • Format: Paperback
  • Cerita cerita yang dikumpulkan dalam Pada Suatu Hari Nanti didasarkan pada berbagai sumber, lisan maupun tulis Sumber yang dipakai umumnya sudah dikenal luas dan memiliki sejenis pakem Dongeng dari pakem bisa berupa lisan atau tulisan, atau yang dalam perkembangannya telah melalui proses ulang alik lisan tulisan Ini merupakan kumpulan dongeng carangan cabang, rantingCerita cerita yang dikumpulkan dalam Pada Suatu Hari Nanti didasarkan pada berbagai sumber, lisan maupun tulis Sumber yang dipakai umumnya sudah dikenal luas dan memiliki sejenis pakem Dongeng dari pakem bisa berupa lisan atau tulisan, atau yang dalam perkembangannya telah melalui proses ulang alik lisan tulisan Ini merupakan kumpulan dongeng carangan cabang, ranting yang pada dasarnya merupakan tanggapan atas pakem yang sudah ada dengan memelintir dongeng dongeng itu terutama yang menyangkut penokohan dan alur.Kumpulan kedua, Malam Wabah , berisi dongeng dongeng yang boleh dikatakan merupakan tulisan asli , meskipun kategorisasi asli dan bukan asli selalu saja merupakan masalah Dalam kumpulan cerita ini, orang dan benda yang berkeliaran di sekitar kita dibiarkan saja berbicara mengungkapkan diri mereka sendiri ada narapidana, sepatu, daun, gadis kecil, rumah, lelaki tua, dan sebagainya Masing masing memiliki kehidupan sendiri penulis sekadar menyediakan bahasa yang kira kira sesuai untuk mereka.

    Hari Bapa Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas Hari Bapa merupakan suatu hari cuti sekular yang bermula pada awal abad ke untuk kaum lelaki menyambut kebapaan, dan untuk memberi penghormatan dan peringatan terhadap para bapa Hari Bapa disambut pada tarikh yang berlainan di seluruh dunia dan selalu menglibatkan pemberian hadiah kepada para bapa dan kegiatan kekeluargaan. Bo azii University History In , Robert College was founded in Bebek by Christopher Robert, a wealthy American and a philanthropist, and Cyrus Hamlin, a missionary devoted to education Six years after its foundation, with the permission Ottoman Turkish irade of the Ottoman Sultan, the first campus at present, it is the South Campus of Bo azii University was built in Bebek at the ridge of Rumelia Hari Kanak Kanak Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas Hari Kanak kanak Antarabangsa Hari Kanak kanak Antarabangsa bahasa Inggeris International Children s Day, ICD diraikan di banyak negara, biasanya pada Jun setiap tahun, tetapi tidak semestinya ICD berasal daripada Persidangan Dunia untuk Kesejahteraan Kanak kanak di Geneva, Switzerland pada tahun .Tidaklah jelas mengapa Jun ditetapkan sebagai Hari Kanak kanak Kursdollar Kurs Dollar hari ini Kalkulator Kurs Maret Nilai Tukar Mata Uang Asing Terhadap Rupiah hari ini Rabu, Maret Bagan dibawah ini adalah informasi kurs rupiah atas mata uang dunia hari ini segala informasi yg ada pada bagan tersebut diperbaharui setiap hari dengan cara otomatis menurut data informasi yg ada pada website sah tiap tiap bank, diantaranya dari bank mandiri, dari bank bca, dari bank btn, dari bank bii, dari bank niaga Hari Lingkungan Hidup bahasa Indonesia Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bulan Juni , Earth Anthem Lagu Bumi , karya seorang diplomat penyair bernama Abhay Kumar, dirilis dalam suatu acara yang diselenggarakan Dewan Hubungan Kultural India di New Delhi oleh Kapil Sibal dan Shashi Tharoor, para Menteri Serikat India Lagu itu tersedia dalam delapan bahasa termasuk semua bahasa resmi Perserikatan Bangsa Fakultas Ilmu Komputer Mencetak IT Professional dan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana, Mencetak tenaga professional di bidang teknologi komputer dan tempat yang tepat untuk mengasah pengetahuan dan kemampuan teknologi di bidang ilmu komputer didukung dengan sarana laboratorium komputer yang memadai, kurikulum yang update dan tentunya tenaga pengajar yang professional bangga rasanya bisa menjadi bagian dari Fakultas Ilmu Prosedur bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Prosedur adalah serangkaian aksi yang spesifik, tindakan atau operasi yang harus dijalankan atau dieksekusi dengan cara yang baku sama agar selalu memperoleh hasil yang sama dari keadaan yang sama, semisal prosedur kesehatan dan keselamatan kerja, Prsedur Masuk Sekolah, Prosedur berangkat sekolah, dan sebagainya. Lebih tepatnya, kata ini bisa mengindikasikan rangkaian aktivitas, tugas Viewster Viewster Coming Soon e DDC Bismillahirrahmanirrahiim Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, inilah The New e DDC yang sekarang bernama Electronic Classification atau disingkat e Class baca IKHLAS Hadiah kami untuk Visit Library Day September . Google Search the world s information, including webpages, images, videos and Google has many special features to help you find exactly what you re looking for.

    • Best Download [Sapardi Djoko Damono] » Pada Suatu Hari Nanti & Malam Wabah || [Paranormal Book] PDF ✓
      196 Sapardi Djoko Damono
    • thumbnail Title: Best Download [Sapardi Djoko Damono] » Pada Suatu Hari Nanti & Malam Wabah || [Paranormal Book] PDF ✓
      Posted by:Sapardi Djoko Damono
      Published :2018-09-16T23:13:49+00:00

    About “Sapardi Djoko Damono”

    1. Sapardi Djoko Damono

      Riwayat hidupMasa mudanya dihabiskan di Surakarta Pada masa ini ia sudah menulis sejumlah karya yang dikirimkan ke majalah majalah Kesukaannya menulis ini berkembang saat ia menempuh kuliah di bidang bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Sejak tahun 1974 ia mengajar di Fakultas Sastra sekarang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, namun kini telah pensiun Ia pernah menjadi dekan di sana dan juga menjadi guru besar Pada masa tersebut ia juga menjadi redaktur pada majalah Horison , Basis , dan Kalam.Sapardi Djoko Damono banyak menerima penghargaan Pada tahun 1986 SDD mendapatkan anugerah SEA Write Award Ia juga penerima penghargaan Achmad Bakrie pada tahun 2003 Ia adalah salah seorang pendiri Yayasan Lontar.Karya karyaSajak sajak SDD, begitu ia sering dijuluki, telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa Sampai sekarang telah ada delapan kumpulan puisinya yang diterbitkan Ia tidak saja menulis puisi, tetapi juga menerjemahkan berbagai karya asing, menulis esei, serta menulis sejumlah kolom artikel di surat kabar, termasuk kolom sepak bola.Beberapa puisinya sangat populer dan banyak orang yang mengenalinya, seperti Aku Ingin sering kali dituliskan bait pertamanya pada undangan perkawinan , Hujan Bulan Juni, Pada Suatu Hari Nanti, Akulah si Telaga, dan Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari Kepopuleran puisi puisi ini sebagian disebabkan musikalisasi terhadapnya Yang terkenal terutama adalah oleh Reda Gaudiamo dan Tatyana tergabung dalam duet Dua Ibu Ananda Sukarlan pada tahun 2007 juga melakukan interpretasi atas beberapa karya SDD.Berikut adalah karya karya SDD berupa kumpulan puisi , serta beberapa esei.Kumpulan Puisi Prosa Duka Mu Abadi , Bandung 1969 Lelaki Tua dan Laut 1973 terjemahan karya Ernest Hemingway Mata Pisau 1974 Sepilihan Sajak George Seferis 1975 terjemahan karya George Seferis Puisi Klasik Cina 1976 terjemahan Lirik Klasik Parsi 1977 terjemahan Dongeng dongeng Asia untuk Anak anak 1982, Pustaka Jaya Perahu Kertas 1983 Sihir Hujan 1984 mendapat penghargaan Puisi Putera II di Malaysia Water Color Poems 1986 translated by J.H McGlynn Suddenly the night the poetry of Sapardi Djoko Damono 1988 translated by J.H McGlynn Afrika yang Resah 1988 terjemahan Mendorong Jack Kuntikunti Sepilihan Sajak dari Australia 1991 antologi sajak Australia, dikerjakan bersama R F Brissenden dan David Broks Hujan Bulan Juni 1994 Black Magic Rain translated by Harry G Aveling Arloji 1998 Ayat ayat Api 2000 Pengarang Telah Mati 2001 kumpulan cerpen Mata Jendela 2002 Ada Berita Apa hari ini, Den Sastro 2002 Membunuh Orang Gila 2003 kumpulan cerpen Nona Koelit Koetjing Antologi cerita pendek Indonesia periode awal 1870an 1910an 2005 salah seorang penyusun Mantra Orang Jawa 2005 puitisasi mantera tradisional Jawa dalam bahasa Indonesia Musikalisasi PuisiMusikalisasi puisi karya SDD sebetulnya bukan karyanya sendiri, tetapi ia terlibat di dalamnya Album Hujan Bulan Juni 1990 dari duet Reda dan Ari Malibu Album Hujan Dalam Komposisi 1996 dari duet Reda dan Ari Album Gadis Kecil dari duet Dua Ibu Album Becoming Dew 2007 dari duet Reda dan Ari Malibu satu lagu dari Soundtrack Cinta dalam Sepotong Roti , berjudul Aku Ingin, diambil dari sajaknya dengan judul sama, digarap bersama Dwiki Dharmawan dan AGS Arya Dwipayana, dibawakan oleh Ratna Octaviani.Ananda Sukarlan pada Tahun Baru 2008 juga mengadakan konser kantata Ars Amatoria yang berisi interpretasinya atas puisi puisi SDD.Buku Sastra Lisan Indonesia 1983 , ditulis bersama Subagio Sastrowardoyo dan A Kasim Achmad Seri Bunga Rampai Sastra ASEAN.

    149 thoughts on “Pada Suatu Hari Nanti & Malam Wabah”


    1. Nama besar Sapardi menjadi daya tarik utama buku ini bagi saya (sebelum membacanya). Saya selalu percaya seseorang yang mampu menyajikan Hujan Bulan Juni selalu akan punya bahan menarik untuk dituliskan, entah dalam bentuk apa. Kali ini Sapardi hadir dengan kumpulan cerita pendek "Malam Wabah dan Pada Suatu Hari Nanti" Saya mengawali buku ini dengan "Pada Suatu Hari Nanti" yang ternyata terdiri dari kumpulan kisah-kisah besar yang penulis 'modifikasi' dari bentuk aslinya. Baik plot, karakter tok [...]


    2. kukira SDD hanya mampu berpuisi, ternyata dongeng-dongengnya wow menakjubkan. hahahaha. entah kenapa meskipun aku sudah mencet-mencet menu currently reading dalam akun ini kok yang muncul bukan halaman catatan membaca seperti biasanya? ya mungkin karena ini buku hibrida. buku bolak balik. dua buku yang digabungin jadi satuinya, aku sudah selesai membaca "bagian pertama" alias Pada Suatu Hari Nanti. dan menurutku gileh! gila benar! kau harus mempunyai pakem dongeng yang kuat sebelum membaca donge [...]


    3. Dua buku digabung jadi satu. Tulisan pertama daripada Sapardi yang aku baca (belum pernah baca buku puisinya). Aku suka dengan kumpulan cerita di Malam Wabah. Dongeng-dongeng ceritanya seakan misterius, bagi aku. Semacam ada makna tersirat yang kelam tentang hidup yang cuba disingkap/ dijelaskan. Tidak ada yang membosankan walaupun jalan ceritanya seakan antiklimaks, tidak bertujuan penting- yang begitu-begitu saja atau simple malah kadang bikin kecewa kerana enak melayan tiba-tiba eh habis? Ooo [...]


    4. Absurd. Kesan pertama setelah selesai membaca buku ini. Sapardi Djoko Damono tampaknya berniat menyimpan beberapa rahasia penulisannya agar para pembaca menarik interpretasi sendiri atas alur setiap cerita. Namun tidak mengherankan mengingat ini adalah karangan SDD. Jika anda memiliki kebutuhan untuk 'hilang' dalam bacaan anda, maka inilah buku yang tepat. Jangan terlalu banyak menggunakan logika, karena logika bukan instrumen yang tepat untuk membaca buku ini.


    5. Bagus!!Terutama perumpamaan cerpen Rumah. Kita sering memilih rumah, tapi Rumah tidak bisa memilih kita.Banyak berisi cerpen-cerpen yang terkadang membuat kita merenung sejenak sebelum menikmati setiap untaian kata-kata yang khas ala Penyair.Belum lagi cerpen yang mengangkat cerita wayang, beberapa justru seperti banting stir dari cerita asli.Meskipun saya masih belum mengerti beberapa cerpen. Tapi sejauh ini, buku ini favorit saya.


    6. SULAIMANPADA tahun 1973 malam dan lampu jalan adalah sesuatu yang hidup: keduanya tercatat pernah bercakap-cakap.Perihal sederhana, sebenarnya: mereka berebut ingin tampil menjaga malam.Saya belum lahir waktu itu. Tapi saya akhirnya tahu seorang penyair telah mencatat bahwa “hujan, yang mengenakan mantel, sepatu jalan, berdiri di samping tiang listrik.” Penyair itu menceritakan kepada kita dua kalimat pendek yang dikatakan hujan kepada lampu jalan: “Tutup matamu dan tidurlah. Biar kujaga m [...]


    7. Terdiri dari 13 cerita pendek. Favorit saya rumah-rumah dan gadis berjilbab dalam angkot.Cerita-cerita di buku ini lebih cocok dibaca pada hari minggu siang-siang yang panas dan terik.Cerita di dalamnya adem. Dan saya yakin bila kamu membacanya di suatu siang pada hari minggu yang panas, imajinasimu akan menggila atau bahkan kamu bisa merasakan dan mendengar pak Sapardi yang membacakan cerita2 di buku ini padamu.


    8. Berisi kumpulan cerita pendek dari sudut pandang 'benda-benda mati' di sekitar kita. Beberapa cerita, saya agak kurang paham tapi cara penyampaian ceritanya saya suka.




    9. Buku ini didesain dengan sistem ‘Side A-Side B”. Saya gak yakin yang mana side A dan mana yang B. Tapi saya pribadi lebih suka menganggap bahwa “Pada Suatu Hari Nanti” sebagai Side A. Alasannya?? Subyektif sih. Lebih karena saya selalu merasa bahwa aktivitas selalu dimulai di siang hari, saat sinar matahari masih menyapa. ‘Pada Suatu Hari Nanti” berisi kumpulan cerita yang dibuat berdasarkan sejumlah dongeng ataupun cerita rakyat yang sudah sangat wellknown di masyarakat (khususnya y [...]


    10. “Tepat ketika ibunya megucapkan kutukan, Malin Kundang meloncat ke laut. Ia rupanya mendadak melihat kelebat firasat buruk tentang nasib malang yang akan mengabadikannya dalam sebongkah batu di lepas pantai dan memutuskan untuk habis-habisan melawan takdir”Sepenggal kisah itu bukanlah kisah Malin Kundang yag diparodikan. Melainkan kutipan tersebut adalah salah satu kutipan cerita dalam buku Malam Wabah dan Pada Suatu Hari Nanti, karangan dari Sapardi Djoko Damono. Di usianya yang sudah menca [...]


    11. Setelah membaca beberapa review teman yang tampaknya suka dengan keabsurdan buku ini, saya pun tergoda membaca bukunya. Desainnya yang unik (mengingatkan saya akan novelnya Andrea Hirata) dan bukunya yang tipis membuat saya makin penasaran. Okelah, cerita cerita di bagian Pada Suatu Hari Nanti, konyol konyol unik. Isinya ada 9 cerita pendek, sebagian besar merupakan dongeng yang sering kita dengar dengan penceritaan, alur serta latar yang berbeda. Judul kisah pertamanya adalah Dongeng Rama-Sita, [...]


    12. Saya tahu Sapardi Djoko Damono dari puisinya yang berjudul Aku Ingin dan Hujan Bulan Juni. Ketika mendengar kabar buku kumpulan cerpen Sapardi akan diterbitkan, saya senang sekali. Selama ini yang saya tahu, Sapardi itu hanya seorang penulis puisi, dan saya sangat penasaran dengan kumpulan cerpen ini. Di buku ini, ada dua kumpulan cerpen; Pada Suatu Hari Nanti dan Malam Wabah. Ketika saya melihat daftar isi kedua kumpulan cerpen ini, saya tertarik untuk membaca cerpen Rumah-rumah di Malam Wabah. [...]


    13. Satu lagi buku beliau yang aku suka. Buku ini unik. Ada dua bagian. Bagian pertama berjudul Pada suatu Hari Nanti. Sedangkan bagian kedua, dibelakangnya, berjudul malam wabah. Seperti halnya sajak beliau, aku pun punya cerita favorit dalam buku ini. Yang pertama, Dongeng Rama-Sita. Sebelum membacanya, aku membayangkan Rama-Sita versi entah siapa yang selalu memunculkan adegan Sita dalam lingkaran yang dibuat Rama agar dia aman dari Rahwana. Tapi ternyata aku salah. Rahwana dengan berani meminta [...]


    14. Beli buku ini sebenarnya sudah hampir setahun yang lalu, tapi baru mulai baca baru-baru ini. Dieman-eman, soalnya buku karya penyair favorit hehehehe. Tentu saja membaca karya-karya Pak Sapardi akan memberikan suatu pengalaman tersendiri pada setiap pembacanya. Aku pribadi merasa menjadi lakon utama dalam setiap cerita yang beliau tuturkan. Kekhasan beliau dalam menulis sajak dan puisi pun sedikit banyak mempengaruhi gaya becerita dalam cerpen-cerpen di buku ini. Cerita-cerita yang mungkin secar [...]


    15. Kalau ditanya apa alasan saya membeli dan membaca buku ini, tentu nama pengarangnya yang jadi daya tarik utama. Dan setelah membaca kumpulan cerpen ini, ternyata daya tarik bukan hanya pada nama besar SDD, tapi juga hasil karyanya. Selama ini, saya selalu dibuat jatuh cinta berulang kali oleh puisi-puisi SDD. Dan kini, cerita-ceritanya juga berhasil membuat saya jatuh cinta pada karya apik ini.Dalam Malam Wabah, SDD berhasil mendialogkan dongeng-dongeng yang banyak saya kenal di masa kecil dulu [...]


    16. Awalnya saya pikir saya akan mendapatkan cerita-cerita yang membuat saya berpikir dan mengernyitkan dahi (walau ada sesekali), atau cerita dengan rangkaian kata yang puitis, tapi nyatanya tidak. kata-kata yang dipakai cenderung ringan dan segar, malah saya dibuat tertawa dengan beberapa pilihan kata sang penulis, seperti: "sialan lu!", "gocap lagi, deh, Bang", "sontoloyo lu". Lucu, tapi seru. Buku ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu "Pada Suatu Hari Nanti" dan "Malam Wabah". Seperti yang terter [...]


    17. 2 buku jadi 1, seperti padang bulan dan cinta di dalam gelas. Saya mengawali membaca Pada Suatu Hari Nanti. Dongeng-dongeng diubah ceritanya oleh pak Sapardi, seperti si kancil yang biasanya kita tahu selalu cerdik dan bisa mengelabui musuh-musuhnya, kali ini jadi sial terus karena semua musuh-musuhnya sudah tahu semua siasatnya. Kancil jadi sebel sama si juru dongeng. Beberapa cerita saya tidak tahu versi aslinya jadi ya nggak begitu ngerti.Beberapa cerita di Malam Wabah lebih mengambarkan baga [...]


    18. Nggak sengaja tau tau dongengnya habis. Padahal sudah dimulai dari depan dan belakang. Sambil makan krupuk makaroni.


    19. Buku ini bikin mikir dua kali. Bikin mengernyitkan dahi. Bikin mikir lama Dan saat diending, rasanya kayak 'kejutan!!'Yang saya tahu tentang sang penulis adalah, puisinya' Aku ingin' yang muncul di soal tryout UN, yang menurut saya indah. Dan buku kumpulan novel ini membuat saya ingin membaca karya Beliau yang lain. Buku ini ada 2 bagian (Masing-masing cover berjudul) yaitu Malam Wabah dan Pada Suatu Hari Nanti. Keduanya memiliki konsep yang berbeda. Untuk bagian Malam Wabah lebih tentang kisah [...]


    20. Buku kumpulan cerita ini dibagi dua, bagian Pada Suatu Hari Nanti merupakan retelling SDD akan dongeng-dongeng yang sudah lama dikenal masyarakat, mulai dari Rama-Sita hingga si Kancil. Sedangkan Malam Wabah bisa dibilang adalah kebalikannya, bagian ini merupakan usaha SDD untuk menciptakan dongeng dan kisah tersendiri dari detil-detil kecil--terkadang nyaris terlupakan--yang ada di kehidupan 'biasa'. Meskipun terlihat seperti dua sisi yang berbeda, ada satu persamaan yang terlihat, baik itu leg [...]


    21. Buku ini memiliki pesan moral yang luar biasa untuk manusia, yang disampaikan oleh benda-benda mati pada beberapa cerita di Malam Wabah. Penuturan katanya mampu membuat saya seolah benda-benda di sekitar tengah mengamati atau mungkin mengeluh karena sikap saya pada mereka. Menumbuhkan rasa kepedulian yang amat signifikan, sehingga saya rasa, sangatlah HARUS untuk peduli terhadap sesama manusia. Lalu dalam Pada Suatu Hari Nanti, SDD menyajikan karya "nyeleneh" tanpa mengabaikan pesan moral sebelu [...]


    22. awalnya kukira cerpen-cerpen dalam dua kumcer yang digabung jadi satu ini akan dipenuhi rangkaian kata-kaypta indah bersayap yang puitis, mengingat beliau adalah seorang penyajak andal. tapi kenyataan yang saya peroleh tidaklah demikian. kata-kata yang terrangkai dalam setiap cerita di buku ini cenderung to the point dan lugas. mungkin misi beliau adalah bercerita dengan lancar dan mudah dipahami pembacaberapa cerita menurut saya berhenti begitu saja, tidak menyajikan ending yang wah atau meleda [...]


    23. memukau dengan kesederhanaannyaasnya Sapardi Djoko Damono banget, sederhana penuh makna.you know what ? i think this is one of example to not kill our child ability , to imagine as wide as world. Justru hal-hal yang menurut kita 'ih naon sih, ih apasih' , jadi sangat spesial + penuh makna di tangan SDD ini. Pelajaran, jangan membunuh kreativitas, jangan membunuh imajinasi masa kecil kita (lagi). So, starting now, lepaskan imajinasi kita, such as bicara dengan benda mati. Memperhatikan lemari yan [...]


    24. Ini adalah buku bolak-balik pertama yang saya baca.Pertama, saya membaca "Pada Suatu Hari Nanti". Saya mulai agak mumet pas baca "Ratapan Anak Tiri". Tapi, kemudian oke lagi. Lalu, saya tidak menyelesaikan membaca yang terakhir, "Ditunggu Dogot". Mungkin, saya memang belum "sampai" ke sana. waktu menonton pertunjukan "Menunggu Godot" pun saya tidak begitu menikmati. Yang lain, oke-oke aja. Terutama: "Drama Rama-Sita". Cerpen ini menarik sekali. Lalu, saya membaca buku di baliknya. "Malam Wabah". [...]


    25. Buku kumpulan cerita yang menarik. karena terbagi dalam dua buku sebenarnya. membaca setiap cerita yang ada seolah disajikan sebuah petualangan unik nan puitis khas Sapardi Djoko Damono. saya tidak heran ketika akhirnya setiap cerita yang ada mengharumkan wangi roman puitis dari beliau. buku yang menarik untuk dibaca oleh siapa saja, apalagi para penggemar SDD. saya membayangkan setiap cerita dalam Malam Wabah terutama seperti seorang anak lelaki yang baru saja membaca sebuah buku yang penuh war [...]


    26. Beberapa karya dalam buku ini memilki ciri yang sama, tipikal cerita dan alur yang sedikit banyak mirip. Jadi, tidak lama setelah membaca beberapa karyanya, saya semacam bisa menerka apa yang akan terjadi pada tokoh karya yang sedang saya baca.Jujur, saya lebih suka membaca Malam Wabah ketimbang Pada Suatu Hari Nanti. Entah mungkin karena Malam Wabah menawarkan imajinasi yang baru atau juga karena cara penceritaan karya di Malam Wabah, bagi saya lebih asyik untuk diikuti, ketimbang karya dalam P [...]


    27. Saya tergeliik membayangkan Arok, seorang ksatria bermata elang yang telah dikarakterkan oleh Pram menjadi "pemuda jeans belel" oleh Sapardi. Beliau berhasil membuat versi sendiri dalam Pada Suatu Hari Nanti tentang dongeng-dongeng yang selama ini sudah kita kenal.Lalu ada pula kisah penuh senyum pada Malam Wabah yang membuat saya menjadi sayang kepada Rini, Mawar, dan Melati. Lucunya, Membunuh Orang Gila membuat saya teringat pada seorang gila yang saban sore saya lihat berendam di Kali Code ha [...]


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *